Start to be HANDSOME (lanj.)
Ternyata, setiap kita, seperti ceritera petani dalam kisah sebelumnya,banyak
mengetahui. Ia mengetahui bagaimana menanam pisang, nangka, pohon sukun, jeruk,
pepaya, talas, dan entah apa lagi. Tetapi faktanya, sekitar rumah tetap kosong.
Yang tumbuh subur adalah tanaman liar, seperti ilalang dan putri malu.
Petani tadi, mempunyai waktu, mempunyai tempat tinggal, mempunyai pengetahuan
untuk menanam,.....tetapi, dia tidak berani memulai(START) menanam, sekarang
juga.Tetapi sebagai gantinya, ia menghabiskan waktunya dengan
mempergunjingkan masa silam yang tidak mungkin kembali, dan atau cemas menghadapi masa depan yang tidak dapat
diramalkan alias tidak pasti. Dan menterlantarkan saat ini, di sini, tanpa akhir.
Tampak dari kisah ini, mengetahui saja belum cukup.Punya waktu belum cukup. Dan,
punya tempat tinggal dan kebun saja belum cukup.Semuanya tidak mengubah kondisi
sang petani tadi. Rupanya, kunci utama membuka kemandekan tadi, berada di luar itu
semua. Yaitu,mulai berbuat sesuatu. Antara mengetahui dan memulai berbuat, ada
jurang waktu yang menganga lebar. Terlalu banyak pertimbangan, "tunggu dulu" atau
"wait and see". Akhirnya "wait and see for life!". Dengan segala akibatnya....
Kalau disimak dengan sungguh-sungguh dan jujur, maka kelihatan, yang dilalaikan
adalah fokus perhatian kita untuk berbuat sesuatu, sekarang(NOW) dan di sini(HERE).
(H)ere (A)ND (N)ow (D)oing (Some)thing.HANDSOME!
So, let us start, to be HANDSOME!


